Android
adalah sebuah sistem operasi open
source yang menggunakan linux sebagai basisnya dan diprogram dalam
bahasa C, C++, dan Java sebagai User
Interface-nya. Sistem operasi Android ini dirancang dan digunakan untuk
perangkat mobile seperti smartphone dan tablet pc. Namun saat ini telah
berkembang penggunaannya pada perangkat lainnya seperti jam tangan (dikenal
dengan istilah Smartwatch), televisi, konsol game, microwave dan lain sebagainya.
Platform yang didukung Android adalah 32 bit dan 64 bit. Dengan
arsitektur ARM, x86, x84-64, MIPS serta MIPS64. Mengenai perangkat lunaknya,
Android menggunakan format berkas diberi ekstensi APK (Android Package).
B.
Sejarah
Android diciptakan
pada oktober 2003 di Palo Alto, California dengan nama korporasi Android,
Inc. Pencitpanya adalah Andy Rubin (founder Danger), Rich Miner
(founder WildFire), Nick Sears (bekas vice precident T-Mobile) dan Chris White
(kepala pengembangan dan desain user interface WebTV).
Pada mulanya, tujuan pengembangan Android
adalah sebagai sistem operasi yang canggih pada kamera digital. Namun karena
pasar untuk perangkat tersebut tidak luas, mereka menyadari perlu jangkauan
yang lebih luas dan akhirnya Android mulai dikembangkan menjadi OS smartphone
sebagai saingan Symbian dan Windows Mobile (Windows Phone) yang telah dulu ada.
Meski Android dikembangkan oleh ahli teknologi dan informasi, pengoperasian
Android, Inc. tidak dipublikasikan, hanya sebatas pengumuman bahwa developer
sedang mengembangkan sistem operasi untuk perangkat mobile. Namun pada tahun
yang sama, Andy Rubin kehabisan dana untuk mengembangkan Android tersebut.
Sebagai solusinya, Andy Rubin mendapat pinjaman dari teman dekatnya yaitu Steve
Parlman senilai $10.000 tunai dan menolak tawaran investasi di perusahaan.
Selanjutnya karena suatu sebab, pada tanggal
17 agustus 2005 Android, Inc. diakuisisi oleh Google dan dijadikan sebagai anak
perusahaan Google. Mengenai Andy Rubin, Miner dan White sebagai founder
Android, Inc. tetap bekerja diperusahaannya itu meski telah diakuisisi Google.
Setelah akuisisi tersebut, tidak banyak kabar mengenai pengembangan Android,
namun banyak respon yang menyatakan bahwa Google meneruskan pengembangan
platform sistem operasi mobile. Dalam hal ini yang menjadi developernya tidak
lain adalah Andy Rubin yang menjadi ketuanya.
Pada tahun 2006, Google telah mengembangkan
Android hingga ke tahap spesifikasi teknisnya seperti produsen telepon seluler
dan operator jaringan. Saat itu Google dikabarkan juga sedang memprogram untuk
bisa memasukkan mesin telusurnya dan aplikasi-aplikasi ke perangkat seluler
melalui Android. Pada akhir tahun 2007, Google telah meminta beberapa paten
aplikasi-aplikasi dibidang seluler.
Pada tanggal 5 November 2007, Google
bekerjasama dengan berbagai perusahaan seperti HTC, Samsung dan Sony dan
operator jaringan Sprint Nextel dan T-Mobile serta produsen chipset mobile
seperti Qualcomm dan Texas Instruments melalui OHA (Open
Handset Alliance). Melalui kerjasama inilah Google mulai
menerapkan sistem operasi Android ke perangkat smartphone.
Selanjutnya pada tanggal 8 oktober 2008,
Google bersama HTC merilis smartphone komersial pertama dengan OS Android yang
berbasis kernel linux versi 2.6 dengan nama seri HTC Dream. Pada tahun 2010,
Google mulai mengembangkan seri Nexus yang diproduksi oleh mitranya seperti
HTC, LG dan Samsung. Untuk seri pertama Nexus, Google mempercayakan kepada HTC
dengan seri nama Nexus One. Seri ini terus dikembangkan hingga versi terbarunya
adalah smartphone Nexus 6P yang diproduksi oleh Huawei serta tablet Nexus 7 generasi
kedua hasil kolaborasi Google dan ASUS.
Pada tanggal 4 oktober 2016, Google merilis
smartphone pertama buatannya dengan kode nama Pixel. Dan setahun kemudian
Google merilis generasi kedua Pixel dengan nama Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL.
Hal ini dilakukan setelah mengakuisisi sebagian
perusahaan produsen smartphone, yaitu HTC.
C.
Perkembangan Versi-versinya
Sejak kisaran tahun 2006-2007 Google telah
mulai mengembangkan dan memperbarui sistem operasi Android untuk menambahkan
berbagai fitur baru, meningkatkan kinerjanya dan memperbaiki berbagai bug yang
ada diversi sebelumnya. Setiap versi dari Android tersebut diberi nama dengan
nama makanan dan dibuat secara alfabetis (berurutan sesuai abjad). Berikut
adalah perkembangan dari tiap-tiap versi Android dari awal hingga sekarang.
Nama-Nama Versi
Android
1.
Android Apple Pie (Alpha release)
Tak banyak diketahui mengenai Android Apple
Pie ini, bahkan developernya tidak memberi kode nama untuk rilisan pertama ini.
Perangkat yang menggunakan os pertama ini adalah HTC Dream. Meski terbilang
awal, namun fitur-fitur pada Android Apple Pie ini cukup mumpuni, seperti
adanya browser, telah support kamera, sinkronisasi dengan email, multimedia dan
berbagai fitur perangkat seluler lainnya.
2.
Android Banana Bread (Beta Release)
Sama halnya dengan pendahulunya, Android
Banana Bread juga tidak dikomersialkan. Menurut developernya, kode nama untuk
versi 1.1 ini adalah Petit Four tetapi lebih banyak yang menamai Banana Bread.
Pada versi ini, terdapat berbagai kemajuan seperti menyembunyikan beberapa
ikon, menyimpan lampiran perpesanan, penambahan lokasi bisnis pada maps dan
berbagai penambahan dan perbaikan bug lainnya.
Dimulai dari versi android cupcake, Google mengkomersialkan penggunaan sistem operasi mobile ini. Android Cupcake dirilis pada 27 April 2009 dengan kernel linux 2.6.27 dan versi ini adalah yang pertama menggunakan nama makanan sebagai kode nama secara resmi. Pembaruan untuk versi ini adalah penambahan beberapa fitur baru seperti widget, kemampuan merekam dan memutar format MPEG-4 dan 3 GP, pairing bluetooth, fitur copy-paste pada browser, fitur animasi transisi, opsi rotasi otomatis, animasi booting dan berbagai peningkatan antarmuka.
Android Donut dirilis pada tanggal 15 september 2009 dengan Software Development Kit (SDK) Android 1.6 dengan kernel linux 2.6.29. Berbagai peningkatan diberikan pada versi ini seperti dukungan CDMA/EVDO, 802.1x, VPN dan gesture serta berbagai fitur lainnya.
5.
Android Eclair
Dirilis pada 26 oktober 2009 dengan SDK
android 2.0 dengan nama Eclair dan dirilis berbasis kernel Linux 2.6.29.
Peningkatan yang ketara pada Android ini adalah antarmukanya dan penambahan
email Microsoft Exchange serta dukungan Bluetooth 2.1 dan peningkatan dukungan
fitur pada kamera.
Mengambil nama
makanan Frozen Yogurt yang disingkat Froyo, Android ini
dirilis pada 20 Mei 2010. Pada versi ini terdapat peningkatan dalam hal
kestabilan, pembaruan layanan-layanan seluler dan jaringan serta peningkatan
dukungan fiturnya.
Pada tanggal 6
Desember 2010, Android Gingerbread dirilis dengan basis kernel linux 2.6.35.
Versi ini membawa perubahan UI menjadi lebih sederhana dan peningkatan
kestabilan. Kemudian dukungan NFC juga disertakan dan berbagai pembaruan pada
sistem, fitur-fitur dan aplikasinya.
Android Honeycomb dirilis pada tanggal 22 Februari 2011 dengan kernel Linux 2.6.36 dengan perangkat pertama yang menggunakannya adalah Motorola Xoom. Fitur yang ketara adalah dukungan dan penyesuaian untuk antarmuka yang lebih luas agar bisa diterapkan pada tablet. Pembaruan UI juga banyak di versi ini seperti perbaikan action bar, keyboard dan masih banyak lagi. Pada versi ini sudah mulai mendukung processeor multi-core yang akan meningkatkan kinerja smartphone.
9.
Android Ice Cream Sandwich
Mengadopsi nama dari makanan kegemaran ramai,
yaitu Ice Cream dengan tambahan Sandwich, Google merilis versi Android dengan
kode nama Ice Cream Sandwich. Pembaruan kali ini lebih ditekankan pada
pemutakhiran antarmuka dan sistem Android dan perbaikan berbagai bug.
10.
Android Jelly Bean
Dibuat dengan tujuan
meningkatkan fungsi dan kinerja User Interface,
Android Jelly bean dirilis pada 27 Juni 2012. Banyak peningkatan dilakukan
terutama mengenai antarmukanya yang dibuat lebih smooth dan mudah digunakan. Versi ini juga dirilis
untuk menjadi Android Open Source Project sehingga pada versi ini dapat
dikatakan lebih terbuka.
11. Android
Kitkat
Dengan izin dari Nestle dan Hershey, pada 31
Oktober 2013 Google merilis Android dengan kode nama Kitkat. Pembaruan yang
dibawanya tidak banyak melainkan peningkatan sistem dan pembaruan antarmuka.
Diperkenalkan dengan nama Android Lollipop pada 25 Juni 2014 pada ajang developer Google I/O. Android ini mengusung banyak pembaruan dimana tampilannya kali ini lebih smooth dan peningkatan kestabilan sistem. Pada versi ini, orientasi penggunaan tidak hanya pada smartphone tetapi juga pada berbagai perangkat lain seperti TV, Jam (Android Wear), GPS dan lain-lain. Android Lollipop mengusung desain user interface yang disebut dengan istilah Material Design yang membuatnya lebih nyaman dipandang.
13. Android
Marsmallow
Android Marsmallow dirilis (beta) pada tanggal 28 Mei 2015 dan dikomersialkan pada 5 oktober 2015. Perangkat pertama yang menerima update adalah Google Nexus. Sistem Operasi ini dirilis dengan tujuan untuk peningkatan kinerja smartphone terutama dalam hal alokasi perangkat kerasnya.
14. Android
Nougat
Pada tanggal 9 Maret 2016, Google merilis
versi pratinjau dari Android Nougat. Peningkatan pada versi ini tidak begitu
ketara karena lebih ditekankan pada kinerja sistem Android. Namun ada fitur
berbeda yang dibawa Android Nougat ini yaitu dukungan multi-windows dan
dukungan Virtual Reality.
15. Android
Oreo
Dengan preview yang dirilis pada 21 maret
2017, Android Oreo mengusung pembaruan yang tidak begitu banyak. Meski begitu
Android Oreo juga mengalami berbagai peningkatan yang baik seperti Booting yang
lebih cepat, cuplikan notifikasi instan pada aplikasi dan peningkatan
multi-windows.
Sistem operasi Android ini akan terus
mengalami pembaruan, dengan nama setiap rilisannya adalah sesuai abjad dan
menggunakan nama makanan sebagai kode pengenalannya. Demikian artikel
pembahasan tentang definisi, sejarah dan perkembangan Android sebagai sistem
operasi yang populer didunia.
Source by:
1. https://droidnge.top/pilihan-editor/tentang-android
di
akses pada tanggal 21 oktober 2018
2. https://www.capuraca.com/2015/01/sejarah-perkembangan-sistem-operasi-android.html
di
akses pada tanggal 21 oktober 2018
SISTEM
OPERASI WINDOWS
A.
Sejarah Windows
Microsoft
Windows atau lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft yang menggunakan
antarmuka dengan pengguna berbasis grafik (graphical user interface), sejak tahun 1980an Microsoft Corporation di
Bellevue, Washington yang dikepalai oleh William Bill Gates, mengembangkan OS
dengan nama MS-DOS (Micro-Soft-Disk Operating System). MS-DOS masih berbasis
command-line (modus teks).
Sistem operasi Windows
ini pun berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line
kea rah OS GUI. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama
kali diperkenalkan pada 10
November
1983, tetapi baru keluar
pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk
memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan
perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan
di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat
berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS begitu pula pada Versi 2.x, versi 3.x
juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan
Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung
kepada sistem operasi MS-DOS. Microsoft Windows kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai
penggunaan sistem operasi hingga mencapai 90%.
Sistem operasi yang digunakan untuk
sistem komputer umum termasuk komputer personal terbagi menjadi 3 kelompok
besar, yaitu:
a. Keluarga
Microsoft Windows
Sistem operasi meliputi antara lain
ialah Windows Desktop Environment berbasis MS-DOS (versi 1.x hingga versi 3.x),
berbasis GUI Windows 9x (Windows 95, 98, dan WindowsME). Sistem operasi
berbasis Windows NT seperti Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000,
Windows XP, Windows Server 2003, windows server 2008, windows server 2008 R2,
Windows Home Server Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun
2009, Windows 8 yang dirilis pada Oktober 2012 dan Windows Orient yang akan
dirilis pada tahun 2014. Keluarga Windows CE seperti windows CE 1.0-CE 6.0 dan
Windows Mobile.
b. Keluarga
Unix.
Sistem operasi ini menggunakan
antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley
Software Distribution), GNU/Linux, debian, red hat, SUSE, Ubuntu, Zeath OS
(berbasis kernel linux yang dimodifikasi.). MacOS/X (berbasis kernel BSD yang
dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd. Sistem operasi
keluarga unix lainnya seperti AIX, Amiga OS, DragonFly BSD, Free BSD, GNU,
HP-UX, IRIX,Linux, LynxOS, MINIX, NetBSD, OpenBSD, OS X, Plan 9, QNX, Research
UNIX, SCO OpenServer, Solaris, UNIX System V, Tru64 UNIX, UnixWare,
c. keluarga
MAC OS
Sistem operasi ini dikeluarkan oleh
industri komputer Apple yang disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi ini
antara lain ialah Public Beta (Kodiak), Mac OS X 10.0 (Cheetah), Mac OS X 10.1
(Puma), Mac OS X 10.2 (Jaguar), Mac OS X 10.3 (Panther), Mac OS X 10.4 (Tiger),
Mac OS X 10.5 (Leopard), Mac OS X 10.6 (Snow Leopard), Mac OS X 10.7 (Lion),
Mac OS X 10.8 (Mountain Lion). Berbasis Server : OpenStep, Raphsody, Mac OS X
Server 1.0, berbasis Mobile: iOS. Awal tahun 2007 dikeluarkan versi 10.5
(Leopard). Tahun 2011 diluncurkan versi 10.7 (lion). Sistem tersebut
menggunakan interface TEXT (DOS, POSIX, LINUX), dan GUI (Graphical User
Interface) seperti MS Windows dan LINUX (berbasis TEXT dan berbasis GUI).
B.
Berbagai Versi Windows
a. Windows versi 1.0
Versi
pertama Microsoft Windows, yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis pada
tanggal 20 November 1985. Versi ini memiliki
banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas, sehingga kurang populer di
pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak dinamakan dengan Interface
Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian
pemasaran di Microsoft Corporation, meyakinkan para
petinggi Microsoft bahwa nama "Windows" akan lebih
"memikat" konsumen. Windows 1.0 bukanlah sebuah sistem operasi yang
lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan MS-DOS dengan tambahan
antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki masalah dan kelemahan
yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.
b.
Windows/386
Pada
Windows/386 2.1 memiliki kernel yang berjalan dalam modus terproteksi dengan emulasi Expanded Memory
Specification (EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM), pendahulu
spesifikasi Extended Memory
Specification (XMS) yang kemudian pada akhirnya mengubah topologi komputasi di
dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan
dalam modus real, yang berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan
menggunakan modus Virtual 8086, yang merupakan fitur
baru yang dimiliki oleh Intel
80386.
c. Windows versi 3.0
Microsoft
Windows akhirnya mencapai kesuksesan yang sangat signifikan saat menginjak
versi 3.0 yang dirilis pada tahun 1990. Selain menawarkan
peningkatan kemampuan terhadap aplikasi Windows, Windows 3.0 juga mampu
mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi MS-DOS secara serentak
(multitasking), karena memang pada versi ini telah diperkenalkan memori virtual. Versi ini pulalah yang menjadikan IBM PC dan kompatibelnya
penantang serius terhadap Apple Macintosh. Hal ini disebabkan dari peningkatan performa
pemrosesan grafik pada waktu itu (dengan adanya kartu grafis Video Graphics Array (VGA)), dan juga modus terproteksi/modus 386
Enhanced yang mengizinkan aplikasi Windows untuk memakai memori lebih banyak
dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh
MS-DOS.
Karena
adanya fitur kompatibilitas ke
belakang,
aplikasi Windows 3.0 harus dikompilasi dengan menggunakan
lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali tidak menggunakan
kemampuan mikroprosesor Intel 80386, yang notabene adalah prosesor 32-bit. Windows 3.0 juga hadir
dalam versi "multimedia", yang disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia Extensions
1.0, yang dirilis beberapa bulan kemudian. Versi ini dibundel dengan keberadaan
"multimedia upgrade kit", yang terdiri atas drive CD-ROM dan sebuah sound
card, seperti halnya Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi ini merupakan
perintis semua fitur multimedia yang terdapat di dalam versi-versi Windows
setelahnya, seperti halnya Windows 3.1 dan Windows for Workgroups, dan menjadi bagian dari spesifikasi Microsoft Multimedia PC.
Fitur-fitur
yang disebutkan di atas dan dukungan pasar perangkat lunak aplikasi yang semakin berkembang menjadikan
Windows 3.0 sangat sukses di pasaran. Tercatat, dalam dua tahun sebelum
dirilisnya versi Windows 3.1, Windows 3.0 terjual sebanyak 10 juta salinan.
Akhirnya, Windows 3.0 pun menjadi sumber utama pemasukan Microsoft, dan membuat
Microsoft melakukan revisi terhadap beberapa rencana awalnya.
d.
Windows NT
Fitur
yang membuat Windows NT pilihan yang sempurna untuk pangsa pasar server
jaringan lokal (LAN), yang pada tahun 1993 sedang mengalami
booming besar-besaran, seiring dengan komoditas jaringan di dalam kantor telah meningkat secara drastis. Fitur-fitur
jaringan dalam Windows NT menawarkan beberapa pilihan konektivitas jaringan
yang luas dan juga tentunya sistem berkas NTFS yang efisien. Windows NT 3.51 merupakan primadona Microsoft saat terjun ke
pasar ini, yang kemudian mengambil alih sebagian besar pangsa pasar yang
sebelumnya dimiliki oleh Novell Netware beberapa tahun ke depan.
Salah
satu peningkatan terbesar dari Windows NT adalah Application Programming
Interface
(API) 32-bit yang baru, yang dibuat untuk menggantikan Windows
API 16-bit yang sudah lama.
API 32-bit ini dinamakan dengan Win32 API, dan dari sanalah Microsoft menyebut
API 16-bit yang lama sebagai Win16. Win32 API memiliki tiga buah implementasi
utama: satu untuk Windows NT (yang merupakan Win32 API terlengkap dengan
dukungan ANSI ataupun Unicode), satu untuk Win32s (yang merupakan bagian dari Win32 yang dapat
digunakan di atas sistem Windows 3.1), dan juga satu lagi untuk Chicago (yang
hanya mendukung ANSI). Hal ini menyebabkan kompatibilitas yang tinggi antara
Chicago dan Windows NT, meskipun pada dasarnya kedua sistem tersebut adalah
sangat jauh berbeda jika dilihat dari arsitektur dasarnya.
Windows
NT merupakan sistem operasi Windows pertama yang dibuat dengan menggunakan kernel hibrida, setelah pada versi-versi
sebelumnya hanya menggunakan kernel monolithic saja.
e.
Windows 95
Microsoft
mulai memulai pengembangan sebuah versi Windows yang berorientasi
kepada pengguna yang diberi nama kode Chicago. Chicago didesain agar memiliki
dukungan terhadap multitasking secara
pre-emptive 32-bit seperti halnya yang terdapat di dalam OS/2 dan Windows
NT, meskipun kernel 16-bit masih terdapat di dalamnya demi alasan kompatibilitas ke
belakang.
Win32
API yang pertama kali
diperkenalkan pada Windows NT pun diadopsi sebagai sebuah standar antarmuka pemrograman baru yang berbasis 32-bit, dengan kompatibilitas Win16 juga dipertahankan
dengan menggunakan sebuah teknik yang dinamakan dengan "thunking". GUI yang baru juga dimiliki
oleh sistem operasi, meskipun pada awalnya Microsoft tidak
merencanakannya sebagai bagian dari sistem operasi saat dirilis. Memang
beberapa elemen antarmuka pengguna yang dimiliki oleh Cairo dipinjam dan ditambahkan
kepada sistem operasi tersbut sebagai aspek lainnya dari versi itu (khususnya
fitur Plug and Play).
Microsoft
tidak mengganti semua kode Windows menjadi 32-bit; banyak bagian di dalamnya
masih berupa 16-bit (meskipun tidak menggunakan modus
real secara langsung), demi
alasan kompatibilitas ke belakang, kinerja, dan waktu pengembangan. Hal ini dan
fakta bahwa banyaknya kelemahan dalam desain versi-versi Windows sebelumnya,
membuat sistem operasi yang baru ini terganggu efisiensi dan stabilitasnya.
Akhirnya,
bagian marketing Microsoft menggunakan nama Windows 95 sebagai nama produk bagi
Chicago, saat dirilis pada tanggal 24
Agustus
1995. Microsoft memiliki dua
keuntungan dari peluncuran ini: 1) adalah mustahil bagi para konsumen untuk
menjalankan Windows 95 pada sistem operasi DOS bukan buatan Microsoft yang jauh lebih murah;
2) meskipun jejak-jejak DOS tidaklah pernah dicabut dari sistem operasi
tersebut, malahan versi tersebut menancapkan sebuah versi DOS untuk dimuat
sebagai bagian dari proses booting, Windows 95 berjalan dengan sendirinya di dalam
modus 386 Enhanced, dengan menggunakan memori virtual dan model pengalamatan memori flat 32-bit. Fitur-fitur itu
menjadikan aplikasi Win32 untuk mengalamatkan RAM virtual sebanyak maksimal 2
gigabyte (dengan 2 gigabyte sisanya dicadangkan untuk sistem operasi), dan
dalam teorinya mencegah aplikasi tersebut untuk mengganggu ruangan memori yang
dimiliki oleh aplikasi Win32 lainnya tanpa adanya persetujuan dari sistem
operasi. Dalam hal ini, memang fungsionalitas Windows 95 mendekati apa yang
dimiliki oleh Windows NT, meskipun Windows
95/98/Me tidak mendukung memori
melebihi 512 megabyte tanpa menyunting konfigurasi sistem yang merepotkan.
Di
balik kesuksesan Microsoft, IBM terus melanjutkan pasar OS/2, dengan memproduksi
OS/2 versi 3.0 dan OS/2 Warp (versi 4.0). IBM
merespons keluhan yang diajukan oleh para konsumen mengenai kebutuhan perangkat keras komputer yang tinggi yang diminta oleh OS/2
versi 2.0, OS/2 versi 3.0 pun dibuat jauh lebih ramping dengan melakukan
optimalisasi pada ukuran dan kecepatan. Sebelum Windows 95 dirilis, OS/2 Warp
3.0 bahkan telah dibundel dalam beberapa penyedia perangkat keras mayor di
Jerman. Akan tetapi, dengan dirilisnya Windows 95, OS/2 lagi-lagi kehilangan
pangsa pasarnya kembali, diambil alih oleh Windows 95.
Mungkin
tidak mungkin untuk mencari tahu apa alasan mengapa OS/2 gagal dalam
mendapatkan pangsa pasar yang besar. Walaupun OS/2 terus dapat menjalankan
aplikasi Windows 3.1, sebenarnya sudah tidak ada yang kekurangan lagi, kecuali
pada sebagian kecil dari Windows API yang disebut Win32s. Tidak seperti Windows 3.1, IBM tidak memiliki
akses terhadap kode sumber Windows 95 dan tidak mau menggunakan waktu dan sumber daya yang
ada untuk melakukan emulasi terhadap Win32 API. IBM juga
memperkenalkan OS/2 pada kasus Amerika Serikat versus Microsoft, dengan menyalahkan
taktik marketing pada bagian Microsoft, tapi banyak orang mungkin setuju bahwa
masalah di dalam bagian marketing IBM lah dan dukungannya
yang sangat kurang dari para pengembang
perangkat lunak yang meyebabkan kegagalan-kegagalan OS/2.
Sebelum
menggantinya dengan versi Windows yang baru, Microsoft merilis Windows 95 dalam
lima versi berbeda, yakni sebagai berikut:
f.
Windows 98
Pada
25
Juni 1998, Microsoft merilis
sebuah sistem operasi Windows baru, yang dikenal
sebagai Windows 98. Windows 98 dianggap sebagai revisi minor terhadap Windows
95, tapi secara umum dilihat jauh lebih stabil dan dapat diandalkan
dibandingkan dengan pendahulunya, Windows 95. Windows 98 mencakup banyak driver perangkat keras baru dan dukungan sistem berkas FAT32 yang lebih baik yang mengizinkan partisi untuk memiliki
kapasitas lebih besar dari 2 gigabyte, sebuah batasan yang
terdapat di dalam Windows 95. Dukungan USB di dalam Windows 98 pun juga jauh
lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya.
Pada
tahun 1999, Microsoft merilis
Windows 98 Second Edition, sebuah rilis yang menawarkan banyak peningkatan
dibandingkan versi sebelumnya. Internet Connection
Sharing,
yang merupakan sebuah bentuk dari Network Address Translation, yang mengizinkan beberapa mesin di dalam sebuah jaringan lokal agar dapat menggunakan
satu buah jalur koneksi Internet bersama-sama pun diperkenalkan pada versi ini. Banyak masalah
minor di dalam Windows yang lama telah dikoreksi, yang menjadikan Windows 98
menurut banyak orang sebagai sebuah versi Windows 9x yang paling stabil di
antara semua versi Windows 9x lainnya.
g. Windows Server 2000
Microsoft merilis Windows
2000 pada 17
Februari
2000, sebuah versi yang
sebelumnya dikenal dengan sebutan Windows NT 5.0. Versi Windows 2000 ditujukan
untuk dua pangsa pasar, yakni pangsa pasar workstation dan juga pangsa pasar server.
Di
antara fitur-fitur Windows 2000 yang paling signifikan adalah Active Directory, sebuah model jaringan pengganti model jaringan NT domain, yang menggunakan teknologi yang merupakan standar
industri, seperti Domain Name System (DNS), Lightweight Directory
Access Protocol (LDAP), dan Kerberos untuk menghubungkan antara sebuah mesin ke mesin lainnya. Windows Terminal Services juga, yang pada Windows NT 4.0 hanya terdapat
di dalam satu produk saja, pada Windows 2000 terdapat dalam semua versi server.
Fitur-fitur baru yang diadopsi dari Windows 98 juga ditanamkan di dalamnya,
seperti Device Manager yang telah ditingkatkan (dengan menggunakan Microsoft Management Console), Windows Media Player, dan DirectX 6.1 (yang memungkinkan sistem operasi berbasis kernel Windows
NT untuk menjalankan game). Windows 2000 juga
merupakan versi Windows berbasis kernel NT terakhir yang tidak
mengharuskan penggunanya untuk melakukan aktivasi terhadapnya.
Meskipun
Windows 2000 dapat memperbarui komputer yang sebelumnya
menjalankan Windows 98, Windows 2000 tidaklah dianggap sebagai produk yang cocok untuk
pengguna rumahan. Alasannya banyak, di antaranya adalah kurangnya device driver untuk banyak perangkat pengguna seperti pemindai (scanner) dan juga pencetak (printer), pada saat dirilis.
Situasi tersebut akhirnya berbalik pada saat Windows
XP dirilis oleh Microsoft.
h.
Windows Me
Pada
bulan September 2000, Microsoft memperkenalkan Windows
Millennium Edition (dikenal juga dengan sebutan Windows Me atau Windows ME).
Versi ini memperbarui Windows 98 dengan dukungan multimedia dan Internet yang lebih baik. Versi
ini juga memasukkan fitur "System Restore," yang mengizinkan
para penggunanya untuk mengembalikan keadaan sistem ke sebuah titik yang
dikenal baik-baik saja, pada saat sistem operasi mengalami kegagalan. System Restore menjadi fitur yang masih
dipertahankan pada Windows XP. Versi ini juga memperkenalkan Windows Movie Maker versi pertama.
Windows
Me dibuat dalam waktu yang singkat, kira-kira hanya satu tahun, yang ditujukan
hanya untuk mengisi kekosongan rilis antara Windows 98 dan Windows XP sebagai
sistem operasi untuk kelas rumahan. Fitur-fitur yang terdapat di dalam Windows
Me (seperti Internet Explorer 5.5, Windows Media Player 7.0, dan Microsoft DirectX 7.1) bahkan bisa diperoleh secara gratis dari situs Windows Update, kecuali System
Restore. Hasilnya, Windows Me pun tidak dianggap sebagai sebuah sistem operasi
yang unik di antara saudara-saudaranya dari keluarga Windows 9x, Windows
95 dan Windows
98. Windows Me juga dikritik karena munculnya
masalah kestabilan, dan juga dukungan terhadap MS-DOS yang berjalan di dalam
modus real. Orang-orang bahkan menyebut Windows Me sebagai Windows Mistake
Edition.
Windows
Me merupakan sistem operasi terakhir yang dibuat berdasarkan kernel monolithic Windows
9x dan MS-DOS. Versi ini pun menjadi
versi terakhir sistem operasi Windows yang tidak memiliki Windows Product
Activation
(WPA).
i.
Windows XP
Pada
tahun 2001, Microsoft memperkenalkan Windows XP (yang memiliki nama kode
"Whistler" selama pengembangan. Akhirnya, setelah merilis beberapa
versi Windows berbasis Windows 9x dan NT, Microsoft berhasil menyatukan kedua
jajaran produk tersebut. Windows XP menggunakan kernel Windows NT 5.1, sehingga
menjadikan kernel Windows NT yang terkenal dengan kestabilannya memasuki pasar
konsumen rumahan, untuk menggantikan produk Windows 9x yang berbasis 16/32-bit yang sudah menua.
Windows
XP merupakan versi sistem operasi Windows yang paling lama (paling tidak hingga
saat ini), karena memang berkisar dari tahun 2001 hingga tahun 2007, saat Windows Vista dirilis ke konsumen. Jajaran sistem operasi Windows XP akhirnya diteruskan oleh Windows Vista pada 30 Januari 2007. Windows XP tersedia
dalam beberapa versi:
·
Windows XP Home Edition, yang ditujukan untuk pasar desktop dan
laptop rumahan.
·
Windows XP Home Edition N, sama seperti Home Edition yang biasa,
tapi tidak memiliki Windows Media Player, karena memang peraturan Uni Eropa tidak
memperbolehkannya.
·
Windows XP Professional, yang ditujukan bagi para power user dan
pebisnis.
·
Windows XP Professional N, sama seperti Professional Edition, tapi
tidak memiliki Windows Media Player, karena peraturan Uni Eropa tidak
mengizinkannya.
·
Windows XP Media Center Edition (MCE), dirilis pada bulan November 2002, merupakan Windows XP
Home Edition yang ditujukan untuk dektop dan laptop dengan penekanan pada
hiburan rumahan.
·
Windows XP Tablet PC Edition, yang ditujukan untuk PC Tablet (PC dengan layar
sentuh)
·
Windows XP Embedded, yang ditujukan untuk sistem
benam
(embedded system)
·
Windows XP Starter Edition, yang ditujukan untuk para pengguna
komputer di beberapa negara berkembang.
·
Windows XP Professional x64 Edition, yang dirilis pada 25 April
2005 untuk sistem-sistem rumahan dan workstation yang menggunakan prosesor 64-bit yang berbasiskan set instruksi x86-64 (AMD64 atau Intel EM64T).
·
Windows XP 64-bit Edition, merupakan sebuah versi Windows XP yang
ditujukan untuk jajaran prosesor Intel Itanium, yang mempertahankan kompatibilitas dengan aplikasi 32-bit dengan menggunakan emulator perangkat lunak. Versi ini sama saja dengan Windows XP
Professional, dari segi fitur-fiturnya. Produk ini dihentikan pada bulan September 2005 saat vendor terakhir workstation berbasis prosesor Itanium menghentikan
produk-produknya sebagai "workstation", karena memang mereka
cenderung memfokuskan Itanium sebagai basis komputer server.
j.
Windows Server 2003
Pada
tanggal 24
April
2003, Microsoft meluncurkan Windows Server 2003, sebuah pembaruan untuk sistem operasi Windows 2000 Server, yang menawarkan banyak
fitur-fitur keamanan yang baru, pemandu "Manage Your Server wizard"
yang menyederhanakan peranan sebuah mesin yang menjalankannya, dan juga
peningkatan kinerja. Windows Server 2003 menggunakan kernel Windows NT versi
5.2.
Di
dalam Windows Server 2003, beberapa layanan yang tidak terlalu dibutuhkan di dalam lingkungan server dinonaktifkan secara
default, terutama "Windows Audio" dan "Themes" demi alasan
kestabilan; Agar dapat menggunakan suara dan tampilan yang sama dengan Windows
XP, pengguna harus
mengaktifkannya secara manual, melalui snap-in Microsoft Management Console Services.msc Selain itu, akselerasi perangkat keras untuk
kartu grafis juga dimatikan; lagi-lagi pengguna harus mengaktifkannya secara
manual, tentu saja jika device driver yang digunakan "bisa dipercayai".
Pada
bulan Desember 2005, Microsoft merilis
Windows Server 2003 R2, yang merupakan Windows Server 2003 Service Pack 1
ditambah dengan beberapa paket tambahan. Di antara semua fitur-fitur barunya
adalah fitur-fitur manajemen untuk kantor-kantor cabang, dan integrasi
identitas yang luas.
k. Windows Vista
Setelah
meraih kesukesan besar dengan Windows XP, Microsoft tidak lantas berhenti
begitu saja mengembangkan Windows. Versi terbaru dari Windows, disebut dengan Windows Vista, dirilis pada tanggal 30
November
2006 bagi kalangan bisnis
sementara untuk kalangan pengguna rumahan dirilis pada tanggal 30 Januari 2007.
Windows Vista memang dicanangkan agar memiliki keamanan yang lebih tangguh
dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya, dengan memperkenalkan sebuah modus
pengguna yang terbatas, yang disebut sebagai User Account Control (UAC), untuk
menggantikan filosofi "administrator-by-default" yang diberlakukan
pada Windows XP. Windows Vista juga memperkenalkan fitur grafik yang jauh lebih
"memikat", yang disebut dengan Windows
Aero GUI, aplikasi yang baru
(seperti halnya Windows Calendar, Windows DVD Maker dan beberapa game baru termasuk Chess Titans, Mahjong, dan Purble Place). Selain itu, Windows
Vista juga menawarkan versi Microsoft Internet Explorer yang lebih aman, serta Windows Media Player versi baru (versi 11).
Windows
Vista menggunakan nomor versi 6.0, sehingga memang terdapat perbedaan versi
yang signifikan jika dibandingkan dengan Windows XP yang menggunakan nomor
versi 5.1 atau Windows Server 2003 (5.2). Karena, memang
Windows Vista memiliki banyak perbedaan yang mendasar, khususnya pada bagian
arsitektur dasar sistem operasi.
l.
Windows Server 2008
Windows
Server 2008, adalah sebuah versi baru Windows Server, yang dijadwalkan untuk dirilis pada tanggal 27
Februari
2008. Pada saat
pengembangannya, Windows Server memiliki nama kode "Windows Server
Codenamed Longhorn." Windows Server 2008 dibangun di atas beberapa
keunggulan teknologi dan keamanan yang pada awalnya diperkenalkan dengan Windows Vista, dan ditujukan agar bisa lebih modular secara signifikan,
ketimbang pendahulunya, Windows Server 2003
m.
Windows 7
Lahirnya
windows 7 membuat pencinta Windows menjadi terobati terutama para pengguna
windows vista karena ada perbaikan system Operating System pada Windows 7 terutama
performance.
Di
kalangan komunitas Microsoft, orang-orang banyak mempertanyakan mengenai
Windows 7 kernel dan menduga bahwa Windows 7 kernel sama yang digunakan Windows
Vista kernel sehingga secara arsitektur akan sama dengan Windows Vista. Microsoft
sendiri pun mengatakan bahwa Window 7 kernel tidak dibuat dari awal, tapi
merupakan perbaikan dari Windows Vista Kernel. Hal ini mengundang kecurigaan
jangan-jangan Windows Vista merupakan produk yang belum waktunya rilis seperti
halnya nasib Windows Me. Ini berarti secara keseluruhan Windows 7 hampir sama
dengan Windows Vista.
n.
Windows XP
Saya
akan sedikit membahas tentang Windows Xp. Mengapa XP? Karena Windows Xp
merupakan windows yang paling lama dapat bertengger dan dipakai oleh banyak
masyarakat sebelum rilis lagi versi terbarunya Sistem Operasi Microsoft, dalam
artian jarak antara diperkenalkannya Xp dengan jarak rilisnya versi terbaru
sangat lama. Dan tentunya windows Xp untuk sekarang sangat familiar sekali
digunakan oleh masyarkat baik personal maupun perusahaan.
.
C. Kelebihan dan Kekurangan
Windows
a. Kelebihan
ü Instalasi Yang Mudah
Dibanding dengan Linux Instalasi Windows Cukup Mudah dan
Mudah dipahami oleh orang awam sekalipun
ü Pengoperasian Yang Lebih Mudah atau User
Friendly
User frindly maksudnya sistem operasi Windows Mudah
digunakan atau dijalankan untuk berbagai kalangan
ü Kaya akan Fitur dan Aplikasi
Windows dilengkapi dengan beragam fitur dan aplikasi yang
bervariasi dengan jumlah yang cukup banyak. Sehingga mampu memenuhi
kebutuhan setiap user. Sistem operasi windows kompatibel dengan banyak
aplikasidan fitur diluar bawaanya sendiri. Sehingga user bisa dengan bebas
memasukkan aplikasi apapun yang dibutuhkan.
ü Mudah Diperbaiki dan Dikembangkan
Masalah yang muncul pada sistem operasi ini tergolong
cukup mudah untuk diperbaiki karena ada banyak dukungan dari developer .
Sehingga hal ini memudahkan para programmer untuk memahami dan memperbaiki
masalah-masalah yang ada
ü Compatible dengan sistem Office
Salah satu hal yang membuat Microsoft Windows menjadi
salah satu OS yang banyak digunakan di seluruh dunia adalah sistem officenya
yang banyak menjadi pilihan. Bahkan mereka yang menggunakan sistem operasi Mac
OS pun tetap masih menginstall aplikasi Office milik Microsoft Windows. Hal ini
menunjukkan bahwa kemampuan office yang dimiliki Microsoft Windows sangatlah
baik dan juga sangat berguna bagi usernya. Hal ini membuat Microsoft Office
menjadi aplikasi office yang banyak digunakan di perkantoran dan institusi
secara luas, meskipun aplikasi ini berbayar dan juga memiliki harga yang mahal.
ü Mendukung banyak sistem partisi
Sistem partisi yang didukung oleh Microsoft Windows juga
lumayan banyak, seperti NTFS, exFat, FAT 32 dan masih banyak lagi. Hal ini
memungkinan user untuk menggunakan banyak sistem format partisi yang
umum digunakan di dalam sistem operasi Microsoft Windows
ü Support denganBerbagai Hardware jaringan
komputer
Microsoft windows juga mensupport berbagai hardware
jaringan komputer sehingga anda dapat menggunakan berbagai
jenis jaringan pada komputer anda.
b. kekurangan
ü Harga yang lebih tinggi dibanding Linux
Maksudnya disini Windows tidak Seperti linux yang opern
source atau Free Lisensi , Windows mematok harga lisensi nya cukup tinggi
bahkan jutaan untuk Basic maupun Home version
ü Gampang Terjangkit virus atau sistem keamanan
yang kurang
Sistem keamanan yang kurang disinilah yang membuat
windows rentan terhadap serangan virus yang mengganggu Kenyamanan user ssaat
menggunakannya
ü Terlalu Cepat Update
Kekurangan Microsoft Windows yang paling terasa adalah
cepatnya upgrade, bisa di anda bayangkan, mulai dari windows xp, ke windows 7,
8 dan sekarang sudah windows 10, apakah anda siap untuk terus upgrade ? Belum
tentu Software dan hardware yang anda gunakan saat ini mendukung atau mencapai
spesifikasi minimumuntuk upgrade
ü Ukuran lebih besar dibanding Linux
Kapsitas yang cukup besar yang memaksa anda harus
menyediakan RAM yang Cukup Besar untuk menggunakannya
Source by:
SISTEM
OPERASI
LINUX
A.
Pengertian
Sistem Operasi Linux
Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Pada tahun 1969, Ken
Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di
AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal
dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi
pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker.
B.
Sejarah Sistem Operasi Linux
Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis
Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell
Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX
mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat
bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya
dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai
platform.
Dalam waktu singkat UNIX berkembang secara
pesat dan terpecah dalam dua aliran: UNIX yang dikembangkan oleh Universitas
Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak
perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan
banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi.
Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek
POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics
Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Akan
tetapi, standarisasi ini tidak meredakan persaingan. Sejak saat itu, muncul
berbagai macam jenis UNIX.
Salah satu diantaranya adalah MINIX yang
dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah
yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu
itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru
yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini
kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool
dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan
Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga
berlisensi GNU.
Secara teknis dan singkat dapat
dikatakan, Linux adalah suatu sistem
operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di
berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi
ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux
dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk
Apple, Microsoft dan Novell.
Berawal dari sistem operasi Unix dikembangkan dan
diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor
ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat
digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi
akademis dan pada pebisnis.Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dariMinix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum pada tahun 1987. Minix pada saat itu merupakan suatu proyek pelajaran di kelasnya waktu itu yang menyerupai sistem UNIX.
Sejarah
Linux berkaitan dengan GNU. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki
tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan
lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat
Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public
License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem
operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem
jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat
rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat
itu.
Linux
versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian
pada bulan Oktober 1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu
0.02 yang hanya dapat menjalankan bash (GNU Bourne Again Shell)
dan gcc (GNU C Compiler).
Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan
(networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux telah
digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah
mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Linux sekarang merupakan
alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial,
dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem operasi ini
termasuk :
1.
Ratusan program termasuk, kompiler,
interpreter, editor dan utilitas
2.
Perangkat bantu yang mendukung konektifitas,
Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.
3.
Produk perangkat lunak yang reliabel,
termasuk versi pengembangan terakhir.
4.
Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh
dunia yang telah bekerja dan menjadikan
Linux
portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang
beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang
sendiri.
Pengembangan
kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai
Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang
mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux
menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan
perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.
C. Perkembangan Linux
Dalam waktu singkat UNIX
berkembang secara pesat dan terpecah dalam dua aliran: UNIX yang dikembangkan
oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Lahirlah proyek
POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics
Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX.Sejak saat
itu, muncul berbagai macam jenis UNIX.
Salah satu diantaranya
adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source
code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas
Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat
sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum.
Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus
menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU.
Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan
program-program yang juga berlisensi GNU.
Berawal dari sistem operasi
Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali
dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi
menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh
institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Sekarang Linux adalah sistem
UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan
software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif OS
yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan
Linux yang setara bahkan lebih.
Pengembangan kernel Linux
masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan
Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu,
banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas
Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU
dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.
1. Linux Dan Pinguin Tux
TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUXhasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux harus mempunyai logo trademark ( 1996 ), dan atas usulanJames Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).
Hingga sekarang logo Linux
yaitu Tux sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang
lebih mudah mengenal segala produk yang berbau Linux hanya dengan melihat logo
yang unik nan lucu hasil kerjasama seluruh komunitas Linux di seluruh dunia.
2. Distro Linux
Distro Linux adalah
kepanjangan dari Distribution Linux. Merupakan anggota keluarga dari Sistem
operasi berbasis Unix yang dibangun diatas kernel Linux. Ada berbagai macam
distro linux di dunia ini. Berikut adalah macam macam Distro Linux.
3.
Debian
Debian merupakan jenis linux
yang kurang terkenal, namun banyak penggunanya dari kalangan teknis. Mereka
puas karena kestabilannya. Selain itu, format paket programnya yang menggunakan
DEB dianggap lebih stabil dari pada RPM oleh kalangan teknis.Walaupun kurang
terkenal, namun banyak digunakan oleh kalangan expert.versi terakhir yang dirilis
tahun 1999 adalah 2.1. Dibandingkan dengan linux yang lainnya, Debian termasuk
kurang dalam meng-update proramnya. Namun pihak debian telah sukses besar
dengan proyeknya, yaitu pembuatan distribusi linux yang baru yang ditujukan
bagi end-User, yang sangat familiar dalam penggunaannya. Debian juga sudah
menggunakan metode autodetect untuk penggunaan peripheral pada komputer. Proyek
ini nantinya terkenal dengan nama Corel Linux. Situs dari linux debian dapat
anda lihat di Http://www.debian.org
4. Redhat Linux
Redhat Linux merupakan linux
yang paling popular di Indonesia dan Amerika, dan dirancang khusus untuk
server. Redhat diakui sebagai server tercepat dibandingkan dengan linux server lainnya.
Selain sebagai server tercepat, Redhat juga dapat digunakan sebagai client
maupun sebagai PC desktop/PC standolone. Saat ini redhat sudah beredar dengan
versi 9.0 yang dapat menggunakan desktop Genome dan juga KDE.
Kelebihan lain yang dimiliki
oleh Redhat linux adalah kemudahan dalam hal installasinya. Ini merupakan
revolusioner Linux. pada saat linux lainnya membuat pengguna awalnya putus asa,
Redhat hadir dengan prosedur installasi termudah pada masanya.
Hal revolusioner lainnya
adalah bahwa Redhat linux menciptakan format paket program RPM yang menjadi
standar baku file binner pada Linux, yang kemudian digunakan oleh linux lainnya
seperti SuSE, Mandrake, dan Caldera. Anda bisa men-download programnya secara
langsung dihttp://www.redhat.com/
Mandrake Linux adalah
saudara muda dari Redhat Linux, karna keduanya merupakan satu tempat produksi.
Bila redhat direkomendasikan sebagai server, maka mandrake dijadikan sebagai
client yan handal, dan diutamakan mengunakan Processor Pentium. Meskipun
demikian tidak menutup kemungkinan penggunaan mandrake sebagai server yang
handal juga.
Tujuan awal dari
diciptakannya Mandrake Linux adalah untuk mempermudah penggunanya dalam
melakukan installasi dan penggunaan Linux itu sendiri. Sebelum keluarnya Corel
Linu, Mandrake merupakan distribusi linux yang paling familiar. Jika Redhat
keluar desktop manager menggunakan Gnome, maka inux Mandrake keluar dengan
desktop manager KDE buatan SuSE Jerman. saat ini Mandrake Linux sudah keluar
dengan versi 10.0. Dan anda juga tidak hanya dapat menggunakan desktop KDE
saja, akan tetapi anda juga dapat menggunakan Gnome desktop sehingga pengguna
yang tidak dapat menggunakan desktop KDE dapat menggunakan desktop Gnome atau sebaliknya.
Untuk lebih lengkap tenyang
informasi dan juga produk dari linux Mandrake ini anda dapat mengunjungi
website yang ada yaitu di http://Linux mandrake.com/
6.
Caldera Linux
Caldera Linux merupakan salah satu jenis linux yang dirancan untuk mempermudah pemakaian bagi penggunanya. Caldera sendiri dirancang dengan tampilan keseluruhan dengan grafis. Sejak saat kita melakukan penginstallan linux Caldera ini, hingga kita melakukan Setting Hardware semuanya dilakukan dengan tampilan grafis. yang mengagumkan dari Linux Caldera ini adalah pada saat kita melakukan penginstallan Linux Caldera ini, kita disuguhi game tetris untuk mengisi waktu yang luang, sambil menunggu transfer prigram yang berjalan.
Selain
itu Caldera merupakan jenis linux yang pertama yang menggunakan Auto-Detect
Hardware ( seperti plug and play pada Mac). Untuk penjelasan yang lebih lengkap
dan juga informasi yang akurat anda dapat melihat di situs http://caldera-system.com/
7. Slackware
Slackware adalah distribusi linux yang pertama, yang pernah mengalami masa kejayaan ketika baru sedikit orang yang mengenal Linux. Bagi pengguna Linux senior, slackware merupakan suatu distribusi Linux yang penuh dengan tantangan. Slackware hadir dengan model yang sangat sederhana, tidak seperti distribusi linux yang lainnya. Slackware merupakan distribusi linux yang murni, dlam arti penampilannya yang sangat mirip dengan UNIX (UNIX Clone), sehingga membuat penggunanya merasa seperti menggunakan UNIX murni. Versi terbaru dari slackware yang diketahui oleh penulis adalah versi 7.1. Anda bisa mengetahui tentang perkembangan slackware linux ini dengan mengunjungi situshttp://slackware.org/
8. Open Suse
Jika Redhat adalah Jenis Linux yang paling
populer di Amerika dan di Indonesia, maka SuSE Linux adalah Linux yang paling
banyak digunakan oleh negara-negara di Eropa. SuSE dilengkapi dengan Desktop
Manager yang dikenal dengan KDE. Selain itu juga dilengkapi tools untuk central
setting yang bernama YaST (Yet another Settup Tools) yang sangat mudah
digunakan untuk konfigurasi sistem internal dan jaringan serta security.
Yang paling dibanggakan dari distro ini
adalah kelengkapan program aplikasinya. Jika membeli Linux SuSE seharga USD
50,00, Anda akan mendapat 5 CD program dan 1 CD source. Jadi anda tidak perlu
lagi repot-repot mendownload program lainnya. Salah satu program terkenal yang
disertakan adalah Saint (program untuk meneliti ceah kelemahan sistem) dan
VMWare (program emulator yang berguna menjalankan sistem operasi lainnya
seperti: Windows 9.x, Windows 2000, windows NT, OS, Novel, dan Lainnya). Satu
lagi adalah program Beowulf, suatu proyek eksperimen gabungan Universitas di
Jerman untuk membuat super komputer yang menggabungkan 1000 CPU menjadi 1
server yang tercepet yang pernah ada. Proyek ini juga dibuat di NASA- Amerika
Serikat, untuk kepentingan pemetaan luar angkasa. Saat ini SuSE telah hadir
dengan Versi 7.0 yang benar-benar berorientasi grafis, memmulai dari instalasi
sampai dengan prosedur konfigurasinya.
Yang membanggaka, SuSE adalah jenis Linux
pertama yang menyertakan bahasa Indonesia dan pilihan bahasa yang digunakan
dalam sistem Operasi Linux. Pembuatan Dokumentasinya dipimpim oleh I Made
Wiryana. Untuk keterangan lebih lanjut anda dapat melihat di situsnya dihttp://www.suse.de atau
di http://www.suse.com
9. Corel Linux
Corel Linux merupakan salah satu sistem operasi berbasis Debian yang dibangun oleh Corel dan dirilis pada tahun 1999, yang kemudian Corel menghentikan distribusi tapi tidak menghilangkan website Corel Open Source Development sampai tahun 2002. Corel Linux sama seperti Linux lainnya, mendukung sistem operasi sistem open source dibawah naunan GNU. Corel Linux dapat langsung diinstal dengan atau tanpa sistem operasi yang lain. Corel Linux juga bisa diinstall pada partisi dan file sistem windows, yang menjadikan Corel Linux seolah-olah adalah program aplikasi Windows.
Salah satu yang menarik dari Corel Linux
adalah Semuanya serba grafis. Corel Linux juga dirancang sebagai
end-User. Semua antarmuka dan pengaturan sistem operasi ini berbasis
grafis, oleh karena itu tidak ada lagi command lineseperti pada
linux lainnya. Semua langkah disederhanakan guna mempermudah pengguna, bahkan
sampai pengaturan jaringan pun lebih mudah daripada Windows. Pada kelebihan
yang dimiliki Corel Linux ini, ditujukan kepada pengguna yang tidak mau repot
akan kesulitan kesulitan pengaturan linux pada umumnya. Namun ini juga menjadi
kelemahan bagi pengguna yang sudah mahir, karena tidak adanya perintah text
yang sudah umum dilakukan di sistem operasi berbasis linux.
10. Turbo Linux
Turbo linux adalah hasil dari distribusi
linux yag ada di Jepang untuk menyasar pengguna komputer di Asia. Turbolinux
adalahrebrand dari Red Hat oleh pegawai Pacific HiTech,
Scott Stone.
Di Cina pun Linux ini
terkenal, Turbo Linux menduduki peringkat pertama distribusi linux pilihan.
Turbo Linux dibuat dari berbagai under Linux/UNIX, baik komersial maupun
freeware untuk kepentingan jaringan skala besa. Pihak vendor mengklaim pihak
mereka sebagai Linux tercepat saat ini dengan backup dari perusahaa-perusahaan
terkemuka saat ini, seperti: Compaq, Dell, Fujitsu, Intel, NEC, Tishiba, Novel,
dan SCO. Seperti dengan SuSE, Tuurbo Linux mengkhususkan diri di bidang
clustering computer, setara dengan super komputer di Jerman untuk kepentingan
jaringan di China dan Jepang. Bahkan di China, Turbo Linux diadaptasi sebagai
sistem komputer utama mereka, dan dimasyarakatkan dalam bahasa China kepada
masyarakatnya guna menyaingi dominasi dari Microsoft. Untuk jelas anda dapat
melihat situs Turbo Linux di http://www.turbolinux.com.
11. Ubuntu Linux
Ubuntu adalah sistem operasi
Linux berbasis debian yang di develop oleh Canonical Ltd, sebuah perusahaan
yang berbasis di UK yang dimiliki oleh enterpreneur Afrika Selatan Mark
Shuttleworth. Ubuntu dirilis setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan 4 dan 10,yang
hal itu juga ditandai dengan versi Ubuntu di belakang nomor versi, seperti
10.4, 10.10 dan seterusnya. Dengan komunitas yang banyak dan dukungan dana yang
kuat, sehingga pengguna bisa mendapatkan piringan cakram Installer secara
gratis. Ubuntu dalam bahasa afrika kuno berarti “Humanity towards Other” yang
artinya Kemanusiaan untuk sesama.
Ubuntu berbasiskan GNOME dan bagi bila lebih
menyukai KDE, Kubuntu Linux bisa menjadi pilihan. Walaupun tampilan kedua
distro ini berbeda tapi keduanya sama sama dikembangkan oleh Canonical dengan
kelebihan dan kekurangan masing masing. Ubuntu lebih seperti Mac OS dalam
interface, sedangkan Kubuntu lebih seperti Windows.
Kubuntu Linux dan Ubuntu Linux hadir dalam 2
versi yaitu LiveCD dan versi install. LiveCD digunakan bila pengguna tidak
ingin menginstal sistem operasi ini di dalam komputer, atau bila pengguna akan
mencoba terlebih dahulu. Fitur yang ada di LiveCD sangat terbatas dan
pengaturan yang dibuat pada saat LiveCD dijalankan akan hilang begitu sistem
operasi dimatikan.
Source by:
1. http://troubleshoooting.blogspot.com/2013/06/perkembangan-linux-dari-awal-hingga.html di akses pada tanggal 21 oktober 2018
2. https://bangtkj.blogspot.com/2014/12/sejarah-perkembangan-linux-jenis.html di akses pada tanggal 21 oktober 2018
3. https://www.linux.or.id/sejarah-dan-perkembangan-linux.html di akses pada tanggal 21 oktober 2018
4. http://blog.ub.ac.id/rofrofinkhudhriyana/2018/02/20/sejarah-perkembangan-versi-linux-dari-awal-sampai-sekarang-populer-di-dunia/ di
akses pada tanggal 21 oktober 2018
SISTEM
OPERASI
DOS
A. Pengertian
Sistem Operasi (OS)
Sistem
operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna komputer dengan perangkat
keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya menggunakan sinyal
analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan
teknologi, pada saat ini terdapat banyak sistem operasi dengan keunggulannya
masing-masing.
Ada
beberapa definisi yang dapat diberikan untuk sistem operasi, antara lain :
1.
Software yang mengontrol hardware, hanya
berupa program biasa. Seperti beberapa file pada DOS (Disk Operating System).
2.
Program yang menjadikan hardware lebih mudah
untuk digunakan.
3.
Kumpulan program yang mengatur kerja hardware.
Seperti permintaan user.
4.
Resource manager/Resource allocator,
Seperti mengatur memori, printer, Dll.
5.
Sebagai program pengenal. Program yang
digunakan untuk mengontrol program yang lainnya.
6.
Sebagai Kernel, yaitu program yang terus
menerus berjalan selama komputer dihidupkan.
7.
Sebagai Guardian, yaitu mengatur atau menjaga
komputer dari berbagai kajahatan komputer.
B. Pengertian
Sistem Operasi DOS
DOS
singkatan dari Disk Operating System adalah sebuah sistem operasi yang sangat
banyak digunakan oleh komputer IBM-PC atau yang kompatibel dengannya. Salah satu software yang termasuk dalam golongan sistem operas dan
Sekumpulan program untuk mengoperasikan, mengendalikan dan mengelola sistem
computer
Microsoft
membuat DOS sebagai sebuah sistem operasi mainstream sebelum pada akhirnya
menghentikan dukungan DOS secara perlahan ketika mereka membuat sebuah Sistem
Operasi berbasis antarmuka grafis (dikenal juga dengan sebutan GUI) untuk pasar
mainstream yang disebut sebagai Microsoft Windows.
DOS
merupakan sistem operasi yang pertama kali digunakan hingga saat ini.DOS dibagi
menjadi 3, yakni ;
1.
DR-DOS
Dibuat
oleh perusahaan digital research pada tahun 1988 dari Hasil transformasi CP/M
(control program/monitor). DigitalResearch didirikan oleh Gory
Kildall (1942-1994). Sistem operasi Ini digunakan sampai pada
komputer pentium.
2.
PC-DOS
Dirancang
dan dibuat oleh perusahaan microsoft corp. namun dengan Dikeluarkannya
sistem operasi windows, sistem operasi ini sudah jarang / Tidak digunakan lagi
saat ini.
3.
MS-DOS
Dirancang
dan dibuat oleh perusahaan microsft corp. sistem operasi ini digunakan
hingga saat ini dan terus dikembangkan versinya sesuai dengan kebutuhan.
C. Fungsi
dari sistem operasi MS-DOS :
1.
Mengorganisasi atau mengendalikan kegiatan
computer.
2.
Mengatur memori.
3.
Menginstalasi hardware pendukung.
4.
Mengatur posisi input dan output data.
5.
Memanajemen sistem dalam computer.
6.
Memanajemen file.
7.
Memanajemen direktori.
Pengelolaan
disk dan file merupakan salah satu fungsi terpenting dari MS-DOS dimana
sebagian besar perintah DOS melekukan operasi pada harddisk, floppy disk, atau
file.
D. Pengaturan
File pada DOS
1.
Penamaan File
a.
Pada bagian Pertama (sebelah kiri tanda
titik), merupakan Nama File, maksimal 8 karakter.
b.
Antara nama
file dan ektension diberikan tanda titik (.) sebagai
pemisah.
c.
Pada bagian Kedua (sebelah kanan tanda titik),
merupakan nama extension file-nya, maksimal hanya 3 huruf. Ekstension adalah
type/jenis file itu sendiri.
2.
Pengaman File
Pada
Sistem Operasi DOS (Disk Operating System), sistem keamanan diatur dengan
menggunakan perintah ATTRIB. Pada DOS hanya di kunci pada jenis filenya dan
foldernya saja tanpa memandang user yang menggunakan. Pada kebanyakan sistem
operasi, UNIX dan MS-DOS, piranti I/O dinyatakan sebagai suatu file abstrak.
File Abstrak ini dinyatakan dengan istilah Special File.
Ada
2 jenis Special File :
a.
Block Special File
Digunakan
untuk piranti I/O yang terdiri dari sekumpulan blok dengan alamat random. Contoh
: Disk
b.
Character Special File
Digunakan
untuk model piranti I/O yang terdiri dari aliran karakter. Misalnya : Line
Printer, Interface Network dan Terminal
3.
Pengaturan Direktory
Directory
merupakan sistem pengelompokkan data-data file pada pembagian ruang-ruang. di
dalam suatu media penyimpanan. Tujuan pembuatan direktori ialah agar suatu file
dapat dikelompokkan pada file yang sejenis, sehingga lebih terorganisir dan
mudah dicari. Dalam suatu direktori, dimungkinkan untuk membuat satu atau lebih
beberapa direktori lagi, yang disebut dengan sub-direktori. Dalam suatu
sub-direktori, juga dimungkinkan untuk membuat satu atau lebih beberapa
direktori lagi, demikian seterusnya.
Pada
sistem operasi DOS, dilengkapi fasilitas untuk mengelola file dan direktori,seperti
:
a.
Menampilkan daftar file dan direktori
b.
Menampilkan struktur file dan direktori
c.
Mengganti nama file
d.
Memindahkan file dan mengganti nama direktori
e.
Menyalin file
E. Perintah-perintah
dasar dalam MS-DOS, antara lain
1.
Komunikasi dengan sistem
Misalnya: DATE, TIME, SET,
PROMPT, dan lain-lain.
2.
Bekerja dengan disk
Misalnya:
MASSIGN, DISKCOMP, DISK COPY, LABEL, dan lain-lain.
3.
Bekerja dengan direktori
Misalnya:
CHDIR/CD, DIR, MKDIR/MD, RMDIR/RD, TREE, PATH dan lain-lain.
4.
Pengelolaan file
Misalnya:
ATTRIB, COPY, ERASE/DEL, FC, RENAME/REN, dan lain-lain.
5.
Pengelolaan masukan dan keluaran
Misalnya:
CLSMODE, PRINT, TYPE, dan lain-lain.
6.
Setting lingkungan kerja
Misalnya:
BREAK, COUNTRY, DEVICE, FILE dan lain-lain.
7.
Penggunaan file batch
Misalnya:
CALL, ECHO, FOR, GO, TO, IF, PAUSE, REM, SIFY.
F. Pengembangan
MS-DOS
MS-DOS dirilis pertama kali
pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang
lebih baru dari MS-DOS. Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan
versi-versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan
MS-DOS pada tahun 2000. MS-DOS merupakan salah satu kunci keberhasilan
Microsoft dalam memproduksi perangkat lunak, dari sebuah perusahaan kecil
pembuat bahasa pemrograman saat didirikan hingga menjadi sebuah perusahaan
perangkat lunak yang seolah menguasai dunia.
MS-DOS
sebenarnya dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle
Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Patterson yang belakangan
direkrut oleh Microsoft untuk mengembangkan DOS pada tahun 1980 sebagai sebuah
perangkat lunak sistem operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and
Dirty Operating System), yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena
Q-DOS didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086.
Microsoft pun membeli lisensinya dengn harga 50.000 dolar Amerika dari SCP,
lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan
komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi
MS-DOS kepada IBM.
IBM
dan Microsoft selanjutnya merilis versi-versi DOS, dimana versi IBM yang
langsung dibundel dengan komputer IBM PC disebut dengan “IBM PC-DOS” (singkatan
dari International Business Machine Personal Computer Disk Operating System).
Pada awalnya, IBM hanya menggunakan apa yang layak digunakan dari MS-DOS yang
dirilis oleh Microsoft, seperti program-programnya atau utilitas yang
disertakannya. Karena itulah, versi IBM selalu dirilis lebih lambat
dibandingkan dengan versi MS-DOS. Namun MS-DOS versi 4.0 adalah versi MS-DOS
pertama yang benar-benar sama seperti IBM PC-DOS karena Microsoft sedang
berkonsenstrasi untuk mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang
disebut dengan OS/2. Ketika Microsoft melisensikan DOS kepada IBM,
menandatangani perjanjian lisensi yang salah satu poinnya mengandung bahwa
Microsoft boleh melisensikan MS-DOS kepada perusahaan selain IBM, dan para
perusahaan tersebut dipersilakan mengubah nama MS-DOS menjadi nama yang mereka
gunakan (contoh: TandyDOS, Compaq DOS, dan lainnya). Kebanyakan versi-versi
tersebut tentu saja sama dengan versi yang telah dikembangkan oleh Microsoft
dengan MS-DOS-nya, tapi Microsoft mulai mencabut perjanjian lisensinya.
G. Sejarah
DOS
1.
DOS 1.0,
merupakan Versi DOS yang paling awal. Mampu mengakses disk drive dengan
kapasitas 320 Kilobyte
2.
DOS 2.0,
DOS versi ini memiliki perintah country untuk menset operasi tanggal &
waktu pada suatu negara.
3.
DOS 3.0,
mendukung pemakaian disk drive 1.2 Megabyte & pemakaian RAMdisk.
4.
DOS 3.1,
Memiliki kelebihan pada sistem network komputer
5.
DOS 3.2,
mampu memanfaatkan disk drive 3.5 inchi ukuran 729 Kilobyte.
6.
DOS 3.3,
memakai hard disk 32 Megabyte
7.
DOS 4.0,
memiliki fasilitas shell untuk mengontrol kerja komputer dengan sistem menu
8.
DOS 5.0,
penambahan fasilitas baru seperti MIRROR, UNDELETE, dan UNFORMAT.
9.
DOS 6.0,
terdapat penambahan perintah-perintah konfigurasi & batch file
H. Kelebihan dan kekurangan DOS
Kelebihan Menggunakan DOS
1.
Dapat lebih mudah membuat folder bersama
subfolder nya.
2.
Dapat melihat file di suatu harddisk atau
folder secara keseluruhan maupun yang di hidden.
3.
Dapat mengcopy file lebih cepat dibandingkan
sistem operasi berbasis GUI (Graphic Unit Interface).
Kekurangan Menggunakan DOS
1.
Resiko Kehilangan file lebih besar jika kita
sedang ceroboh atau tidak focus
2.
Tempilan kurang menarik.
3.
Pengoperasian nya masih berbasis teks.
Source by:
http://rahmayanti.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/32332/Disk+Operating+System.doc
diakses pada tnggal 19 oktober 2018
http://sigitarisetiawan.blogspot.com/2015/11/makalah-sistem-operasi-dos.html
diakses pada tnggal 19 oktober 2018
https://www.coursehero.com/file/25214904/DOSdocx/ diakses pada tnggal 19 oktober 2018
https://rumahradhen.wordpress.com/2018/04/01/makalah-sistem-operasi-microsoft-dos/ diakses pada tnggal 19 oktober 2018
http://dzulfikrisite55.blogspot.com/2015/10/makalah-sistem-operasi-dos_5.html diakses pada tnggal 19 oktober 2018
SISTEM
OPERASI MAC
A.
Sejarah Mac
Macintosh, atau disingkat Mac, adalah salah satu jenis komputer
personal berbasis PowerPC yang diproduksi oleh Apple. Komputer ini dinamakan
berdasarkan McIntosh, jenis apel yang disukai Jef Raskin. Macintosh
diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari 1984 lewat iklan Super
Bowl yang fenomenal. Macintosh adalah komputer pertama yang
memperkenalkan sistem antarmuka grafis (GUI). Pada waktu itu, langkah yang
dilakukan Apple adalah sebuah perkembangan revolusioner dalam dunia komputer
personal.
Pembuatan Mac merupakan suatu wujud model integrasi vertikal yang
mana Apple memfasilitasi seluruh aspek perangkat keras dan juga sistem
operasinya yang terinstal di dalam seluruh komputer Mac. Hal ini berbeda dengan
komputer tipe PC pada umumnya, di mana banyak produsen membuat dan
mengintegrasikan perangkat keras dengan sistem operasi yang dibuat oleh
produsen lain. Sementara itu, Apple secara eksklusif membuat perangkat keras
Mac dan mengatur bagaimana sistem internalnya, desain, dan juga harganya. Tidak
hanya itu, Apple juga.
System 7.6 adalah sistem
pertama disebut sebagai Mac OS di layar startup. Itu merupakan beberapa fitur
kecil, tapi sebagian besar sama dengan 7.5. System 7.6.1 memasukkan interface
baru “Platinum”, yang dicangkokkan pada proyek dari Ap. Mac OS X 10.1 merupakan
suatu rilis bugfix, tetapi Apple berhasil untuk menambahkan beberapa fitur
kecil seperti posisi docking. Ini adalah upgrade gratis bagi siapa saja yang
membeli Mac OS X 10.0.
B.
Pembagian
Macam-Macam Mac OS
1.
Mac OS Klasik
Mac OS “Klasik” adalah sistem yang mula-mula dikeluarkan
untuk Mac yang pertama pada tahun 1984 hinggalah Mac OS 9. Sistem Operasi
Macintosh ini pada awalnya dikenali sebagai Sistem, seperti “Sistem 6.0.7″ atau
“Sistem 7“. Pada awalnya juga dikenali sebagai “Toolbox”. Sistem 7.5.1
merupakan sistem pertama yang memasukkan logo Mac OS (muka tersenyum (smiley
face) biru). Mac OS 7.6 (yang dikeluarkan pada 1996) merupakan sistem pertama
yang dinamakan Mac OS karena bentuknya “klon-klon” Mac, sistem yang hampir sama
dengan perusahaan – perusahaan lain seperti Power Computing dan Motorola, dan
Apple hendak memberitahu dengan jelas bahwa sistem operasinya merupakan hak
milik intelektualnya sendiri.
Mac OS klasik dikenali
sebagai satu sistem yang tidak mempunyai baris perintah (command line);
merupakan sistem yang menggunakan antara muka pengguna grafik (IU) sepenuhnya.
Mac OS juga merupakan OS yang memperkenalkan.Sistem File Hierarki (Hierarchical
File System) seperti pada UNIX dan Linux.
2.
Mac OS X
Mac OS X adalah versi terbaru dari sistem operasi Mac OS untuk komputer Macintosh. Sistem operasi ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 2001. Karakter “X” adalah nomor Romawi yang berarti sepuluh, di mana versi ini adalah penerus dari sistem operasi yang digunakan sebelumnya seperti Mac OS 8Mac OS 9. Beberapa orang membacanya sebagai huruf “X” yang terdengar seperti “eks”. Salah satu alasan mengapa mereka menafsir sedemikian karena tradisi untuk memberikan nama sistem operasi yang berbasis Unix dengan akhiran “x” (misalnya AIX, IRIX, Linux, Minix, Ultrix, Xenix). dan Mac OS X Server juga dirilis pada tahun 2001. Pada dasarnya versi Server ini mirip dengan versi standardnya, dengan perbedaan bahwa versi Serverworkgroup dalam komputer berskala besar. Contoh fitur tambahan yang tersedia untuk versi ini adalah piranti lunak untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti SMTP, SMB, LDAP dan DNS. Selain itu cara melisensinya juga berbeda. mencakup piranti lunak untuk keperluan manajemen dan administrasi Mac OS X adalah sistem operasi yang menggunakan kernel BSD sehingga beberapa kalangan mengatakan bahwa Mac OS X termasuk dalam keluarga Unix. Hal yang menarik dari OS ini adalah keindahan tampilannya sehingga menjadikannya panutan bagi pengembang desktop lain. Rilis terakhir Mac OS diluncurkan sekitar bulan Mei 2005 dengan kode Tiger dengan versi 10.4.
C.
Perkembangan Mac Os
1.
System 1 (24 januari 1984)
Pada tanggal 24 Januari 1984 Mac OS pertama dirilis, dengan nama System 1. Apple membuat OS ini sebagai satu-satunya OS di masa itu yang sepenuhnya menggunakan GUI. Sejak saat itu, GUI menjadi pionir akan perkembangan OS lain. System 1 hanya bisa menjalankan 1 aplikasi saja dalam 1 waktu, dengan kata lain, System 1 belum mampu melakukan multitasking.
2. System 2
(april 1985)
System 2 diperkenalkan Apple pada April 1985 yang dilengkapi dengan Finder 4.1 dan Mini Finder untuk membuka aplikasi dengan cepat. Selain itu juga diperkenalkan sistem pengambilan screenshot dengan menggunakan tombol Shift + Command + 3. Di System 2, pengguna bisa men-shutdown komputer melalui menu yang disediakan.
3.
System 3
(januari 1986)
Versi ini dirilis Apple pada bulan Januari 1986. System 3.0 hadir bersama dengan diperkenalkannya MacPlus. Dilengkapi dengan Finder 5.1, System 3.0 mampu berjalan lebih cepat daripada versi sebelumnya. Ini dikarenakan pada System 3.0 telah ada teknologi Disk Cache yang akan menyimpan kegiatan yang sering dilakukan di memori. Satu bulan kemudian System 3.1 dirilis. Dilanjutkan System 3.2 pada juni 1986 dan System 3.3 pada Januari 1987.
4.
System 4 (maret 1987)
Apple merilis System 4.0 dengan Finder 5.4 pada bulan Maret 1987. Selain perbaikan bug, tidak ada perubahan yang terlalu berarti. System 4.0 ini hanya bisa dijalankan di Mac dengan RAM 512k keatas. 1 bulan berselang, Apple merilis lagi System 4.1 dengan Finder 5.5 yang hanya bisa dijalanlan di Mac OS dengan RAM 1 Mb keatas.
5.
System 5(system software 5 oktober 1987)
Pada bulan Oktober 1987 Apple merilis System 4.2 dengan Finder 6.0. Namun mereka menamakannya System Software 5. Di versi ini, copy paste sudah bisa dilakukan dengan lebih mudah dengan dilengkapi progress bar dan tombol cancel. Di System Software 5 ini pula pertama kalinya Apple memperkenalkan fitur Multitasking melalui dirilisnya MultiFinder. Satu bulan kemudian yaitu November 1987, Apple kembali merilis System 4.3 dengan Finder 6.0 atau banyak yang menyebutnya sebagai System Software 5.1
6.
System 6
(juni 1988)
Apple merilis System 6 tepat pada bulan Juni 1988. Ini adalah sistem operasi yang dibuat dengan lebih stabil dan berjangka waktu lama. System 6 mampu berjalan dengan cepat dan bisa menjalankan Floppy Disk hanya dengan 300-400 Kb RAM saja, menyisakan banyak RAM untuk menjalankan aplikasi-aplikasi lainnya.
7.
System 7
(13 mei 1991)
Tepat pada 13 Mei 1991, Apple merilis sistem 7 dengan
perubahan yang sangat signifikan. System 7 memberikan kebebasan kepada
penggunanya untuk membuka banyak aplikasi sepanjang masih ada memory yang
tersisa. Di versi ini pengguna juga bisa share file di hardisk melalui network.
Pada bulan Januari 1995, Apple merilis System 7.5 dan dilanjutkan dengan System
7.5.3 pada bulan Mei 1996.
8.
Mac OS 7.6 (januari 1997)
Apple mulai mengganti nama OS nya sejak dirilisnya System 7.6 pada Januari 1997. Mac OS 7.6 adalah System 7.6 yang diganti namanya dan sejak saat itu nama Mac OS mulai diperkenalkan untuk versi-versi selanjutnya.
9.
Mac OS 8
(juli 1997)
Pada bulan Juli 1997, Apple merilis Mac OS 8. Sistem operasi ini laku hingga 1,25 juta copy dalam waktu 2 minggu saja dan 3 juta kopi dalam waktu enam bulan yang menjadikannya software paling laris dalam periode tersebut. Mac OS 8 sangat stabil dan saat itu menjadi semacam software “yang harus dimiliki” oleh semua komunitas pengguna Mac di tahun 1997.
10.
Mac OS 9 (oktober 1999)
Pada tanggal 23 Oktober 1999 Mac OS 9 dirilis. Versi Mac OS ini dipandang oleh Apple sebagai OS transisi dari versi 8 ke versi OS X. Di versi ini Apple memperkenalkan Multi User System, dimana setiap user bisa menyimpan data dan system settings mereka. Mac OS 9 memiliki implementasi dan manajemen memori yang lebih baik daripada versi-versi sebelumnya. Di versi inilah Apple memperkenalkan Apple Software Update ntuk mengupdate OS.
11. Mac OS X
Mac OS X memasukkan unsur-unsur BSD Unix, OpenStep, dan Mac
OS 9. Mac OS X memiliki memori ala-Unix dan pre-emptive multitasking kepada
platform Mac OS. Berikut ini adalah perkembangan Mac OS X:
a.
Mac OS X 10 (Cheetah)
CEO Apple Steve Jobs menyebut Mac OS X sebagai platform penting bagi Apple setelah sistem operasi Macintosh pertama merevolusi industri pada tahun 1984. Saat diluncurkan 25 September 2001, versi pertama didukung 350 aplikasi di antaranya iMovie 2, iTunes, dan AppleWorks 6.1. Harganya waktu itu 129 dollar AS dan dipakai pada iMac, iBook, Power Macintosh G3, Power Mac G4, Power Mac G4 Cube, dan PowerBook. Di versi ini juga pertama kali diperkenalkan adanya Dock untuk pengaturan aplikasi Mac OS.
b.
Mac OS X 10.1 (Puma)
Apple pertama kali memperkenalkan versi kedua Mac OS X pada Juli 2001 pada acara Macworld dan baru dirilis 25 September 2011. Ini mungkin versi yang selisihnya paling cepat dari pendahulunya karena hanya enam bulan. Apple meningkatkan user interface dengan nama Aqua dan memperluas dukungan terhadap media dan perangkat seperti DVD, MP3, CD, printer, dan kamera digital. Harga satu unit lisensi saat itu juga 129 dollar AS.
c.
Mac OS X 10.2 (Jaguar)
Versi ketiga ini diperkenalkan pada Agustus 2002 namun baru tersedia di pasar 23 Agustus 2002. Untuk pertama kali, nama kodenya dipakai dalam media marketing. Ada 150 fitur baru antara lain iChat, filter junk mail, dan teknologi jaringan yang lebih baik. Dengan stabilitas yang lebih tinggi, peningkatan performa dan kecepatan serta kompatibilitas yang lebih baik.
d.
Mac OS X 10.3 (Panther)
Keluarnya versi keempat ini selisih lebih dari satu tahun dengan versi sebelumnya karena dirilis 24 Oktober 2003. Ada 150 fitur baru ditambahkan pada Mac OS X 10.3 ini, antara lain Finder dengan satu akses klik ke file dan folder, fitur tampilan Expose, dan iChat AV untuk video konferensi. Ada juga beberapa aplikasi baru yang disertakan seperti Font Book, FileVault, dan Safari. Inilah pertama kalinya browser Safari diperkenalkan untuk menggantikan Internet Explorer.
e.
Mac OS X 10.4 (Tiger)
Untuk versi kelima, selisih waktu dengan versi keempat malah lebih panjang lagi karena baru keluar April 2005. Namun, ada 200 fitur baru yang menarik seperti fungsi pencarian dengan Spotlight dan Dashboard yang mendukung widget untuk pertama kalinya.
f.
Mac OS X 10.5 (Leopard)
Leopard memulai debutnya pada oktober 2007 dengan perbaikan pada fitur pencarian file dengan Stacks, desain ulang Finder, Quick Look, dan untuk pertama kali memperkenalkan backup Time Machine. Mac OS X Leopard dirilis 26 Oktober 2007 dan hadir dalam 2 versi, desktop dan server.
g.
Mac OS X 10.6 (Snow Leopard)
Snow Leopard yang muncul Agustus 2009 mungkin pembaruan besar-besaran secara sistem keseluruhan karena Apple menyatakan telah memperbarui 90 persen dari 1000 proyek yang terlibat dalam pengembangan Mac OS X. Ukurannya hanya setengah versi sebelumnya karena cukup dengan media penyimpan 7 GB. Telah mendukung prosesor 64 bit.
h.
Mac OS X 10.7 (Lion)
Apple telah mendistribusikan versi uji coba kepada beberapa mitra pengembang. Beberapa fitur baru antara lain teknologi berbagi file secara nirkabel AirDrop dan desain ulang aplikasi Mail. Juga ada tool interface LaunchPad untuk menampilkan tampilan layar iPhone dan iPad ke Mac OS. Platform ini juga akan mendukung penuh layar multitouch.
i.
Mac OS X 10.8 (Mountain Lion)
Mountain Lion menyiratkan tidak terlalu banyak perubahan dibandingkan dengan versi sistem operasi sebelumnya, Mac OS X Lion. Mountain Lion akan dapat ditemukan pada komputer Apple model terbaru. Pemilik beberapa model komputer Mac terdahulu juga punya kesempatan untuk meng-upgrade sistem operasinya. Namun, model yang didukung terbatas kepada Mac yang memiliki prosesor 64 bit dan dapat menjalankan kernel 64 bit.
j.
Mac OS X 10.9 (Mavericks)
Jika sistem operasi Apple sebelumnya selalu menggunakan
nama dari keluarga kucing besar, kali ini Apple nampaknya mulai bosan dan
melabeli OS terbarunya dengan sebutan OS X Mavericks. Walau tidak banyak
perubahan dari OS X Mountain Lion sebelumnya, namun OS X Mavericks diklaim
mampu melakukan penghematan penggunaan baterai di perangkat laptop milik Apple.
k.
Mac OS X 10.10
Dalam gelaran Worldwide Developer Conference 2014, Apple memperkenalkan OS X terbarunya yang diberi nama Yosemite. Tampilan OS X Yosemite itu sedikit banyak mengadopsi tampilan iOS 7, yang mulai mengedepankan “flat design”. OS X Yosemite (OS X 10.10) melanjutkan tradisi baru Apple menggunakan penamaan dari nama tempat, yang dimulai sejak OS X Mavericks. Sebelum itu OS X menggunakan nama kucing besar, seperti OS X Tiger, OS X Lion atau OS X Mountain Lion.
l.
El Capitan (Mac OS X 10.11)
Dirilis untuk konsumen pada akhir tahun 2015. Nama El Capitan sendiri di ambil dari sebuah nama formasi bebatuan yang ada pada taman nasional Yosemite. Ini adalah penerus sekaligus menyempurnakan dari OS X Yosemite dan difokuskan pada peningkatan kinerja, stabilitas dan keamanan data.
Menurut sejarah dan perkembangan Macintosh OS kita bisa
menyadari jika panjang sekali perkembangan teknologi yang diusahakan oleh
Apple, terus berusaha mengembangkan sistem operasi agar menjadi lebih baik lagi
dan lebih sempurna hingga pengguna bisa melakukan multitasking dengan sangat
mudah.
D. Fitur-fitur mac os
Dari info yang didapat telah membuat 10 buah daftar fitur
dimana Apple telah mencurinya dari Microsoft dan beriku t adalah fitur-fitur
tersebut.
1.
Finder Sidebar: Windows Navigation
pane
Seperti pada Windows Navigation pane, Fin der Sideba r
milik Mac berada pada bagian kiri jendela folder menyediakan ikon hierarki dar
i folder lain untuk navigasi, selain itu kita dapat mengakses semua folder yang
ada pada koputer.Fitur Finder Sidebar ini telah ada pada Mac versi 10.3
Panther, dua tahun setelah Windows Navigation Pane muncul pada sistem operasi
Windows, namun Microsoft tidak menggunakan ikon segitiga tapi menggunakan tanda
[+] dan [-] untuk membuka hierarki folder tersebut.
2.
The Mac Path Bar: Windows Address
Bar
Mac OS X 10.5 Leopard menambahkan Path opsional bar di
bagian bawah jendela untuk menampilkan folder path dari setiap file atau folder
yang dipilih. Dengan melakukan double-klik pada salah satu folder dalam path
akan membuka folder itu. Tarik (atau Option-drag) file untuk memindahkan atau
menyalin ke salah satu folder dalam path. Fitur ini pertama kali muncul dengan
nama Windows Address bar pada sistem oeprasi Windows Vista, telah muncul hampir
setahun sebelum Leopard dirilis dan dilepas kepasaran. Versi Windows sedikit
lebih fungsionalitas, karena kita dapat mengklik panah di sebelah ke salah satu
folder dalam path untuk mendapatkan apa yang ada di dalamnya.
3.
Tombol navigasi Back dan Forward pada
jendela folder
Microsoft pertama kali menempatkan tombol Back dan Forward
ini pada browser Internet Explorer, namun ternyata fitur tombol ini juga muncul
pada jendela folder Windows Explorer di sistem operasi Windows 2000, sementara
Apple hanya menambahkan tombol Back pada sistem operasi Mac OS X, sedangkan
tombol Forward pada Mac baru muncul ketikaApple merilis Mac.
4.
Meminimalisir aplikasi yang terbuka kedalam ikon aplikasi pada taskbar
Mac OS X Leopard Snow 10,6 memiliki fitur untuk
meminimalkan aplikasi yang sedang terbuka dan menyembunyikannya ke dalam Dock,
sementara Windows juga telah memiliki fitur ini jauh hari sebelumnya dengan
menyembunyikan aplikasi pada taskbar.
5.
Screen Sharing: Remote Desktop
Connection
Dalam sistem operasi Mac OS X 10.5 Leopard, Apple memiliki
fitur yang mungkin jarang diketahui banyak pengguna, namun fitur ini sangat
berguna, yakni Screen Sharing (yang bisa ditemukan di / System / Library /
CoreServices /), fitur ini juga dapat digunakan pada aplikasi iChat, dengan
fitur ini pengguna Mac dapat menampilkan dan mengontrol layar komputer lain
yang menggunakan sistem operasi Mac OS 10.4 atau lebih baru. Sementara fitur
ini sudah ada pada Windows XP dengan nama Remote Desktop Connection, bahkan
Microsoft membuat aplikasi Remote Desktop Connection ini untuk Mac sebelum
Apple mebuat fitur ini pada Leopard.
6.
Time Machine: Backup and Restore
Sebenarnya Apple tidak mencuri fitur Time machine yang ada
pada Windows namun konsep yang dipakai oleh Macintosh ini sama dengan konsep
yang dipakai oleh Windows dengan fitur backUp and Restore-nya. Fitur Time
Machine yang ada pada Mac OS X 10.5 merupakan fitur yang sangat mudah untuk
melakukan backup dan mengembalikan sistem kedalam keadaan semula. Windows telah
memiliki fitur ini jauh sebelum Apple merilis Mac OS X 10.5., karena fitur ini
sudah ada dalam Windows XP.
7.
System Preferences: Control Panel
Sebelum Mac OS X ada, Apple menyimpan fitur ini pada sebuah
file terpisah yang disebut panel kontrol. Microsoft menggunakan nama yang sama
namun menjadikan setting control panel ini berada pada sebuah tempat yang
terkumpul sehingga mudah diakses. Pada Mac OS X 10.0 Cheetah, Apple mencuri ide
milik Microsoft ini namun mengganti namanya menjadi System Preference, berbeda
dengan Control Panel milik Microsoft, Apple tidak membuka System Preference
dalam jendela yang terpisah namun menggunakan antar muka yang lebih sederhana.
8.
ActiveSync dan Exchange 2007
support
Pada aplikasi Exchange Server Mac menjadi aplikasi yang
tidak begitu menjadi prioritas, tapi mac OS X 10.6 Snow Leopard telah
menambahkan dukungan terhadap Exchange Server seperti sinkronisasi penjadwalan,
kalender, kontak dan layanan e-mail. Namun sepertinya Microsoft juga tidak mau
kalah dengan hal tersebut dengan menghadirkan aplikasi Outlook untuk Mac dua
minggu sebelum Snow Leopard dirilis kepasaran.
9.
Command-Tab: Alt-Tab
Sejak tahun Windows 3 keluar pada dekade 1990-an, fitur
Alt-Tab telah muncul pada Windows, fitur ini digunakan untuk berpindah aplikasi
yang sedang terbuka secara cepat. Apple menambahkan fitur ini dengan
menggunakan fungsi tombol Command-Tab yang dijejalkan pada Mac OS X 10.3
Panther 2003. Pada versi sebelumnya Apple menggunakan fitur inidengan membuat
sebuah ikon menu secara horizontal. Namun belakangan Apple menambahkan
fungsionalitas lebih dengan fitur ini yakni dengan mengguakan tombol Command
dan tanda panah, sementara Microsoft juga mengikutinya dengan menambahkan fitur
ini pada Vista. Microsoft juga menambahkan preview dari jendela itu sendiri
dengan fitur flip 3D pada tema Aero di Vista.
10. Terminal:
Command Prompt
Para pengguna komputer jaman dulu pasti ingat, ketika
Windows pertama kali menggunakan antarmuka grafis (GUI) dimana itu dijala nkan
diatas progra MS-DOS, sebuah sistem operasi yang dijalankan denga n menggunakan
perintah test secara ditulismelalui Command Prompt. Saat ini Com mand Prompt
bukanlah DOS, namun berupa baris perintah yang bisa diberikan secara manual
untuk Windows. Apple juga memiliki fungsi ini pada mac versi pertama hingga 9,
namun belakangan mac menambahkan fungsi ini berupa sebuah ikon yang bernama
Terminal yang menyediakan akses penuh terhadap system degan menggunakan
perintah teks Unix. Pada tahun 2006 Microsoft merilis Windows PowerShell yang
menyertakan sebuah bahasa pemrograman yang mendukung bahasa perintah bash (pada
Unix).
E.
Keunggulan dan
kekurangan Mac OS
1.
keunggulan Mac
OS
a.
Lebih stabil karena
menggunakan UNIX.
b.
Bisa mengenal file format
windows.
c.
Tampilan yang lebih glossy
sehingga bagus untuk graphic design/multimedia.
d.
Dokumen-dokumen yang dibuat
di Mac bisa dibaca di OS yang lain, dan sebaliknya. Baik yang formatnya
‘generik’ (misalnya pdf, html, mp3, text) maupun yang formatnya khusus
(misalnya .doc, .xls, .ppt). Asalkan ada program aplikasi (application) di
kedua platform (Mac dan Windows) yang bisa membaca format tersebut.
e.
Open source code sehingga
Mac OS sulit dibajak.
f.
Ada ‘Time Machine’ yang akan
bekerja secara otomatis pada background tanpa mengganggu aplikasi yang
dijalankan untuk mem-backup system yang sedang berjalan dan perubahan-perubahan
pada data.
g.
Ada program “sherlock“ yang
tidak hanya mencari file pada harddisk dan dalam jaringan lokal, tapi juga
dapat beraksi di Internet dan mencari berdasarkan keyword,
h.
Macintosh memiliki keamanan
terhadap virus, spyware, dan sebagainya. Hal ini menjadi alasan terbesar
mengapa banyak orang memilih Mac karena untuk menghindari virus.
i.
Operating System Mac ini
mudah digunakan dan mudah dipelajari. Karena sumbernya jelas, training
centre-nya ada, dan secara umum ketika orang dihadapkan pada Mac OS mudah
belajarnya.
j.
Mac memiliki jaminan
kepastian dan support hardware yang jelas.
2. Kekurangan Mac OS
a.
Mahal
- b. Hanya cocok untuk graphic designer
c.
Mac OS tidak dapat digunakan
bersama-sama sistem-sistem pengoperasian lain yang tidak menggunakan
sistem Mac OS
d.
Mac tidak bisa dirakit
sendiri karena Apple sudah tidak memberi license buat perusahaan lain untuk
membuat hardware yang bisa menggunakan Mac OS
e.
Software di Mac OS tidak
begitu lengkap
f.
Kurang cocok untuk aplikasi
server dan game
Source by:
1.
https://blog.ub.ac.id/erlindaatnamaratussholihah/2018/02/22/sejarah-dan-perkembangan-macintosh-os-dari-waktu-ke-waktu/ di akses pada tanggal 20 oktober 2018
2.
http://ruphalupi.blogspot.com/2014/02/makalah-applemacintosh.html
di akses pada tanggal 21 oktober 2018
















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar